Untitled (2000 x 554 px).png

Pengumuman

https://www.mahkamahagung.go.id/id/pengumuman/6232/undangan-mengikuti-acara-puncak-peringatan-hut-ke-71-ikahi-dan-seminar-internasional

Jakarta – Humas : Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-71 IKAHI tahun 2024, Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia mengundang Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang IKAHI seluruh Indonesia untuk menghadiri Acara Puncak Peringatan HUT IKAHI yang mengangkat tema "Hakim Berintegritas Peradilan Bermartabat" dan Seminar Internasional  secara Hybrid dengan topik “Integritas dan Kesejahteraan Hakim : Tren dan Komparasi Dari Berbagai Negara" yang dibuka oleh YM Ketua Mahkamah Agung, pada hari Kamis, 25 April 2024.

Untuk lebih jelasnya, silahkan klik tautan dibawah ini:



 Dokumen

 

 

 

 

 

https://www.mahkamahagung.go.id/id/pengumuman/6229/pengisian-aplikasi-e-monev-2024-berdasarkan-pp-392006-triwulan-i-ta-2024

Jakarta – Humas : Menindaklanjuti Surat Direktur Sistem dan Prosedur Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor B-05788.B/Dt.9.1/ME.01.01/04/2024 tanggal 4 April 2024 Hal Verifikasi Laporan Triwulan I TA 2024 pada Aplikasi e-Monev Berdasarkan PP 39/2006, disampaikan bahwa Mahkamah Agung (Biro Perencanaan dan Organisasi) akan melakukan proses verifikasi data atas pelaporan PP 39/2006 Triwulan I Tahun Anggaran 2024. Bersama ini disampaikan beberapa hal berikut:

Untuk lebih jelas, silahkan klik tautan di bawah ini:



 Dokumen

 

 

 

 

https://www.mahkamahagung.go.id/id/pengumuman/6228/undangan-koordinasi

Jakarta – Humas : Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan empat Peradilan dibawah Mahkamah Agung RI di seluruh Indonesia Tahun Anggaran 2024, dengan ini diharapkan kehadirannya dalam rapat koordinasi teknis yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 22 April 2024.

Untuk lebih jelas, silahkan klik tautan di bawah ini:



 Dokumen

 

 

 

https://badilag.mahkamahagung.go.id/pengumuman-elektronik/pengumuman-elektronik/evaluasi-kinerja-pada-sistem-informasi-penelusuran-perkara-sipp-di-lingkungan-peradilan-agama-17-4

Kepada Yth.

1. Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh / Pengadilan Tinggi Agama
2. Ketua Mahkamah Syar’iyah / Pengadilan Agama

di Seluruh Indonesia


Assalamu allaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor : 048/DJA/SK.KP3.4.3/IV/2024, tanggal 1 April 2024, perihal "EVALUASI KINERJA PADA SISTEM INFORMASI PENELUSURAN PERKARA (SIPP) DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA"

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.


Untuk mendownload Surat Keputusan, klik link dibawah ini

Surat Keputusan Penilaian SIPP

 

https://www.mahkamahagung.go.id/id/pengumuman/6224/seleksi-terbuka-hakim-tinggi-pengawas-pada-badan-pengawasan-mahkamah-agung-ri-tahun-2024

Jakarta - Humas :Berdasarkan surat Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 524/BP/KP.00.2/IV/2024 tentang seleksi terbuka sebagai Hakim Tinggi Pengawas Pada Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI Tahun 2024.

Untuk informasi selengkapnya silahkan klik tautan dibawah ini : 



 Dokumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

https://www.mahkamahagung.go.id/id/pengumuman/6223/pengumuman-daftar-hasil-rpmpt-tenaga-kesekretariatan-mahkamah-agung-ri-dan-badan-peradilan-yang-beada-di-bawahnya-2024

Jakarta-Humas : Senin, 01 April 2024. Berdasarkan Memorandum dari Plt. Kepala Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI kepada Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI,  Perihal : Permohonan Publikasi Daftar Hasil Rapat Promosi/ Mutasi dan Pindah Tugas Tenaga Kesekretariatan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan yang Berada Di Bawahnya, di website Mahkamah Agung. www.mahkamahagung.go.id. 

Berikut Lampiran Daftar Hasil Rapat Promosi/ Mutasi dan Pindah Tugas Tenaga Kesekretariatan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan yang Berada Di Bawahnya pada Tanggal 01 April 2024. Yang di Tandatangani oleh Plt. Sekretaris Mahkamah Agung RI. (ds/rs).



 Dokumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

https://badilag.mahkamahagung.go.id/pengumuman-elektronik/pengumuman-elektronik/permintaan-poto-dokumentasi-kegiatan-untuk-kalender-hijriah-1446-h-3-4

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 670/DJA/OT1.1/III/2024, tanggal 26 Maretl 2024, perihal "Permintaan Poto Dokumentasi Kegiatan Untuk Kalender Hijriah 1446 H ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Surat Pengumuman

  

 

 

https://badilag.mahkamahagung.go.id/pengumuman-elektronik/pengumuman-elektronik/persiapan-sidang-isbat-kesaksian-rukyat-hilal-3-4

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 691/DJA/HM.00/4/2024, tanggal 1 April 2024, perihal "Persiapan Sidang Isbat Kesaksian Rukyat Hilal ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Surat Pengumuman

 

 

https://badilag.mahkamahagung.go.id/pengumuman-elektronik/pengumuman-elektronik/pemanggilan-peserta-bimbingan-teknis-administrasi-elektronik-seluruh-indonesia-3-4

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 691/DJA.3/DL.1.3/IV/2024, tanggal 1 April 2024, perihal "Pemanggilan Peserta Bimbingan Teknis Administrasi Elektronik Seluruh Indonesia".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Surat Pengumuman

 

 

 

 

 

 

 

 PENGUMUMAN

SELEKSI  PENERIMAAN TENAGA SOPIR 
PENGADILAN AGAMA PRABUMULIH KELAS II
Nomor: 163/SEK.PA.W6-A12/KP.1.1.8/I/2024

Prabumulih-Kamis, 1 Februari 2024. Guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Pengadilan Agama Prabumulih, kami membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk mengikuti Seleksi Penerimaan 1 (satu) orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) untuk formasi Sopir. (humas)

Keterangan Lengkap klik gambar dibawah ini:

 


PENGUMUMAN
NOMOR : 144/KPA.W6-A12/PENG.KP1.1.8/I/2024

TENTANG
 PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS
SELEKSI ADMINISTRASI DALAM RANGKA PENGADAAN PEGAWAI PEMERINTAH NON PEGAWAI NEGERI (PPNPN)
PADA PENGADILAN AGAMA PRABUMULIH

 

 Prabumulih-Senin, 29 Januari 2024. Kami ucapkan selamat bagi Peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi Administrasi dalam rangka pengadaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) pada Pengadilan Agama Prabumulih Tahun Anggaran 2024 untuk Jabatan Sopir

persiapkan diri anda untuk mengikuti tes uji komputer dan uji kompetensi, Untuk informasi lebih lengkap silahkan klik gambar dibawah ini.


 

PENGUMUMAN

SELEKSI  PENERIMAAN TENAGA SOPIR 
PENGADILAN AGAMA PRABUMULIH KELAS II
Nomor: 115/SEK.PA.W6-A12/KP.1.1.8/I/2024

 

Prabumulih-Senin, 22 Januari 2024. Guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Pengadilan Agama Prabumulih, kami membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk mengikuti Seleksi Penerimaan 1 (satu) orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) untuk formasi Sopir. (humas)

Keterangan Lengkap klik gambar dibawah ini:

 

 

 


Jakarta-Humas: Sehubungan dengan tindak lanjut kerja sama Mahkamah Agung RI dengan Mahkamah Agung Republik Singapura yang mulai diinisiasi pada Maret 2023, maka akan diselenggarakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Ceramah oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Singapura Honorable Sundaresh Menon dengan topik "International Mediation" yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, 7 November 2023 pukul 09.00 - 11.30 WIB. Mengingat pentingnya kegiatan ini maka diharapkan kehadiran secara langsung bapak/ibu pada acara tersebut melalui saluran zoom meeting.

Untuk informasi selengkapnya, silakan klik tautan di bawah ini. (Humas)



 Dokumen

 


 

Jakarta-Humas: Menyusuli surat Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Nomor 266/BUA. 1/TI1.1.2/X/2023 tanggal 10 Oktober 2023 hal Pemberitahuan update user dan password pada Aplikasi e-PLANS, masih terdapat satuan kerja yang belum melakukan update user dan password, dengan ini kami perintahkan kepada satuan kerja sebagaimana terlampir segera melakukan update user dan password dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Login pada https://eiplans.mahkamahagung.go.id/login dengan menggunakan username dan password semula (daftar username telampir)

2. Sistem akan secara otomatis mengarahkan ke halaman reset password.

3. Isi detail form pada halaman reset password dengan benar dan tapa mengubah username

4. Klik submit

5. Terus pantau laman login. Verifikasi oleh admin akan otomatis dilakukan dalam 1×24 jam.

 

Untuk informasi lebin lanjut dapat mengubungi saudara Arkan Fadil melalui kontak

(085225685769) atau saudara Bimo Prakoso melalui kontak (08111797747).

 

Untuk infomasi selengkapnya, silakan klik tautan di bawah ini. (Humas)


 

LANGKAH-LANGKAH ANGGARAN AKHIR TAHUN 2023

 

Jakarta-Humas: Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia nomor PER-10/PB/2023 tentang Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2023 dan untuk tertib administrasi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan Mahkamah Agung tahun 2023, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mempedomani dan memperhatikan batas-batas waktu yang telah ditentukan dalam langkah-langkah akhir tahun anggaran 2023 sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM);
  2. Meningkatkan koordinasi antara Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penandatanganan SPM, Bendahara dan Operator satuan kerja;
  3. Agar pelaksanaan tagihan di akhir tahun tidak mengalami kendala, seluruh pengelola keuangan dari Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Penandatanganan SPM, Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara, Bendahara Pengeluaran Pembantu dan staf pengelola keuangan tidak diperkenankan mengambil cuti pada bulan Desember 2023;

Informasi selengkapnya, silakan klik tautan di bawah ini. (Humas)



 Dokumen

 


 

Kepada Yth. 

1. Ketua Pengadilan Tingkat Banding

2. Ketua Pengadilan Tingkat Pertama

di Lingkungan Peradilan Agama

di tempat

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Plt. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 3245/DJA/DL1.10/X/2023, tanggal 30 Oktober 2023, perihal " Pengumuman Hasil Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis di Lingkungan Peradilan Agama Secara Daring tanggal 27 Oktober Tahun 2023  ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Pengumuman Hasil Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis di Lingkungan Peradilan Agama Secara Daring tanggal 27 Oktober Tahun 2023  

 


Jakarta-Humas, Berdasarkan surat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia , Nomor: PP.00/10.19.1/MENPORA/X/2023 Mengenai Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 95 Tahun 2023 ,   yang ditujukan kepada Yth.1. Panitera  Mahkamah Agung  2. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya  3. Para Pejabat Tinggi Pratama 4. Para Hakim Tinggi dan Hakim Yustisial dilingkungan Mahkamah Agung RI, 5. Para Pejabat Fungsional, Pejabat administrator, Pejabat Pengawas, 6. Para Pelaksana dilingkungan Mahkamah Agung RI. Maka dengan ini kami sampaikan suratnya sebagai berikut : 

Untuk Informasi selengkapnya, silahkan klik tautan dibawah ini : 



 Dokumen

 


 

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat Surat Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Nomor : 3206/DjA.3/T.I.2/X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 Tentang "Pengisian Data Sarana Prasarana Kaum Rentan"

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan Lampirannya, klik link dibawah ini :

Surat Pengumuman


 

Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama di Lingkungan Peradilan Agama
di tempat

Assalamu alaikum wr. wb.
Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Plt. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 3114/DJA/DL1.10/X/2023, tanggal 11 Oktober 2023, perihal " Pemanggilan Peserta Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis di Lingkungan Peradilan Agama Secara Daring ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

1. Surat Pengumuman
2.Lampiran I (Manual Book Aplikasi SIPINTAR)
3. Lampiran II (Video Tutorial Aplikasi Sistem Peningkatan Profesionalitas Tenaga Teknis Peradilan Agama (SIPINTAR) Ditjen Badilag)

 


Kepada Yth.

1. Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh
2. Ketua Pengadilan Tinggi Agama

di Seluruh Indonesia

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Plt. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor : 3147/DJA/TI1.1.1/X/2023 , tanggal 13 Oktober 2023, perihal "Monitoring Pelaksanaan Kebijakan Aplikasi Access CCTV Online (ACO)"

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat, klik link dibawah ini

- Surat Pengumuman

- Lampiran


 

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat Surat Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Nomor : 3174/DjA.3/PW.1.1.1/X/2023 tanggal 18 Oktober 2023 Tentang "Permintaan Data Inventarisasi Masalah Eksekusi pada Peradilan Agama"

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan Lampirannya, klik link dibawah ini :

Surat Pengumuman


 

Kepada Yth. 

Ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama

Di Lingkungan Peradilan Agama

Di tempat

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Plt. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 3148/DJA/DL1.10/X/2023, tanggal 13 Oktober 2023, perihal "Pengumuman Hasil Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis di Lingkungan Peradilan Agama Secara Daring Zona 6 Tanggal 12 Oktober 2023".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Pengumuman Hasil Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis di Lingkungan Peradilan Agama Secara Daring Tanggal 12 Oktober 2023

 


 

Kepada yth

(daftar terlampir)

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama MA RI Nomor : 3145/DjA/HM2.1.3/X/2023, tanggal 13 Oktober 2023, perihal " Penyampaian Penunjukan Peserta Workshop Sinergi Advokasi Lintas Lembaga untuk Optimalisasi Pencegahan Perkawinan Anak ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Penyampaian Penunjukan Peserta Workshop Sinergi Advokasi Lintas Lembaga untuk Optimalisasi Pencegahan Perkawinan Anak

 


 

Kepada yth

1. Ketua Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia

2. Ketua Mahkamah Syar'iyah Aceh

3. Ketua Pengadilan Agama seluruh Indonesia

4. Ketua Mahkamah Syar'iyah

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama MA RI Nomor : 3091/DjA.3/HM.02.1/X/2023, tanggal 9 Oktober 2023, perihal " Penyampaian Keputusan Dirjen Badilag tentang Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Perkara di Lingkungan Peradilan Agama Secara Elektronik ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

1.  Surat Pengantar

2. Lampiran I (Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Perkara di Lingkungan Peradilan Agama Secara Elektronik)

 


 

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 3137/DjA.1/TI1.1/X/2023, tanggal 12 Oktober 2023, perihal " Permohonan Pembayaran Biaya Mutasi Kepaniteraan ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

1. Surat Pengantar

2. Lampiran I (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak)

3. Lampiran II (Surat Perjalanan Dinas)

 


 

Kepada Yth. 

(daftar terlampir)

Assalamu alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 3135/DjA.1/KU1.1.2/X/2023, tanggal 12 Oktober 2023, perihal " Hasil Verifikasi Permohonan Biaya Mutasi Hakim Periode TPM September 2023 ".

Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload surat dan lampiran , klik link dibawah ini :

Hasil Verifikasi Permohonan Biaya Mutasi Hakim Periode TPM September 2023

 

 

Prosedur Eksekusi Putusan

Eksekusi Putusan

1)   Apabila pihak yang dikalahkan tidak mau melaksanakan isi putusan secara suka rela,  maka pihak  yang  menang dapat mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Agama yang memutus perkara.

2)   Asas Eksekusi

a)  Putusan  telah  berkekuatan  hukum tetap,  kecuali putusan serta merta, putusan provisi dan eksekusi berdasarkan groze akte (Pasal 191 RBg / Pasal 180 HIR dan Pasal 250 RBg / Pasal 224 HIR ).

b)   Putusan tidak dijalankan secara sukarela.

c)   Putusan mengandung amar condemnatoir (menghukum).

d)   Eksekusi  dipimpin oleh  Ketua Pengadilan  Agama dan dilaksanakan oleh Panitera.

3)   Eksekusi terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu :

a) Eksekusi riil dapat berupa pengosongan, penyerahan, pembagian, pembongkaran, berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dan memerintahkan atau menghentikan sesuatu perbuatan (Pasal 218 ayat (2) RBg / Pasal 200 ayat (11) HIR / Pasal 1033 Rv).

b)   Eksekusi    pembayaran    sejumlah   uang   (executie    verkoof)   dilakukan melalui mekanisme lelang (Pasal 208 RBg  / Pasal 196 HIR).

4)   Prosedur Eksekusi

a)   Pemohon    mengajukan    permohonan    eksekusi    dan mekanismenya sebagaimana diatur dalam pola bindalmin dan peraturan terkait.

b)   Ketua Pengadilan Agama menerbitkan penetapan untuk aanmaning, yang berisi perintah kepada Jurusita supaya memanggil Termohon eksekusi hadir pada sidang aanmaning.

c)   Jurusita/Jurusita Pengganti memanggil Termohon eksekusi.

d)   Ketua  Pengadilan  Agama  melaksanakan  aanmaning  dengan  sidang  insidentil  yang  dihadiri  oleh  Ketua,  Panitera  dan Termohon eksekusi. Dalam sidang aanmaning tersebut :

(1)  Seyogyanya Pemohon eksekusi dipanggil untuk hadir.

(2)    Ketua    Pengadilan   Agama   menyampaikan   peringatan supaya dalam tempo 8 (delapan) hari dari hari setelah peringatan Termohon eksekusi melakukan isi putusan.

(3)  Panitera  membuat  berita  acara  sidang  aanmaning  dan ditandatangani oleh Ketua dan Panitera.

e)  Apabila   dalam   tempo   8  (delapan)  hari   setelah   peringatan,   Pemohon eksekusi melaporkan bahwa Termohon eksekusi belum  melaksanakan isi  putusan,  Ketua  Pengadilan Agama menerbitkan penetapan perintah eksekusi.

5)   Dalam  hal  eksekusi  putusan  Pengadilan  Agama  /  Mahkamah Syar’iyah yang objeknya berada di luar wilayah hukumnya, maka Ketua Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah yang bersangkutan meminta bantuan kepada Ketua Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah yang mewilayahi objek eksekusi tersebut dalam bentuk penetapan. Selanjutnya, Ketua Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah yang diminta bantuan menerbitkan surat penetapan yang berisi perintah kepada Paniera / Jurusita agar melaksanakan eksekusi di bawah pimpinan Ketua Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah  tersebut.  (Surat  Edaran  Mahkamah  Agung  Nomor  01 Tahun 2010, butir 1).

6)   Dalam hal eksekusi tersebut pada butir (5), diajukan  perlawanan  baik   dari   Pelawan   tersita   maupun   dari   pihak   ketiga,   untuk perlawanan tersebut diajukan dan diperiksa serta diputus oleh Pengadilan Agama /  Mahkamah Syar’iyah yang diminta bantuan (Pasal 206 ayat (6) RBg / Pasal 195 ayat (6) HIR dan butir (2) Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 01 Tahun 2010).

7)   Dalam hal Pelawan dalam perlawanannya meminta agar eksekusi tersebut pada butir (6) di atas ditangguhkan,maka yang berwenang menangguhkan atau tidak menangguhkan eksekusi itu adalah Ketua Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah yang diminta bantuannya, sebagai pejabat yang memimpin eksekusi, dengan ketentuan bahwa dalam jangka waktu 2 x 24 jam melaporkan secara tertulis kepada Ketua Pengadilan Agama yang meminta bantuan tentang segala upaya  yang  telah  dijalankan  olehnya  termasuk  adanya penangguhan eksekusi tersebut (Pasal  206  ayat  (5)  dan  (7)  RBg  / Pasal 195 ayat (5) dan (7) HIR serta  butir  3  Surat  Edaran Mahkamah Agung Nomor 01 Tahun 2010).

8)   Dalam  hal  pelaksanaan  putusan  mengenai  suatu  perbuatan,  apabila  tidak dilaksanakan secara sukarela, harus dinilai dalam sejumlah uang (Pasal 259 RBg / Pasal 225 HIR) yang teknis pelaksanaannya seperti eksekusi pembayaran sejumlah uang,

9)   Jika  Termohoan tidak  mau  melaksanakan putusan  tersebut dan Pengadilan tidak bisa melaksanakan walau dengan bantuan alat negara, maka Pemohon dapat mengajukan kepada Ketua Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah agar   Termohon membayar sejumlah uang, yang nilainya sepadan dengan perbuatan yang harus dilakukan oleh Termohon.

10) Ketua   Pengadilan   Agama   wajib   memanggil   dan   mendengar Termohon eksekusi dan apabila diperlukan dapat meminta keterangan dari seorang ahli di bidang tersebut.

11) Penetapan  jumlah   uang   yang   harus  dibayar   oleh  Termohon dituangkan dalam penetapan Ketua Pengadilan Agama.

12) Apabila putusan untuk membayar sejumlah uang tidak dilaksanakan secara  sukarela,  makaakan dilaksanakan dengan  cara  melelang barang milik pihak yang dikalahkan (Pasal 214 s/d Pasal 224 RBg / Pasal 200 HIR).

13) Putusan yang  menghukum Tergugat untuk menyerahkan sesuatu  barang, misalnya sebidang tanah, dilaksanakan oleh Jurusita, apabila perlu dengan bantuan alat kekuasaan negara.

14) Eksekusi tidak bisa dilakukan kedua kalinya apabila barang yang dieksekusi telah diterima oleh Pemohon eksekusi, namun diambil kembali oleh tereksekusi.

15) Upaya  yang  dapat  ditempuh  oleh  yang  bersangkutan  adalah melaporkan hal tersebut di atas kepada pihak yang berwajib (pihak kepolisian) atau mengajukan gugatan untuk memperoleh kembali barang (tanah/rumah tersebut).

16) Putusan Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah atas gugatan penyerobotan tersebut apabila diminta dalam petitum, dapat dijatuhkan  putusan  serta  merta  atas  dasar  sengketa  bezit / Kedudukan berkuasa.

17) Jika  suatu  perkara  yang  telah  berkekuatan  hukum  tetap  telah dilaksanakan (dieksekusi) atas suatu barang dengan eksekusi riil, tetapi kemudian putusan yang berkekuatan hukum tetap tersebut dibatalkan oleh putusan peninjauan kembali, maka barang yang telah diserahkan kepada proses gugatan kepada pemilik semula sebagai pemulihan hak.

18) Pemulihan  hak  diajukan  Pemohon  kepada  Ketua  Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah.

19) Eksekusi pemulihan hak dilakukan menurut tata cara eksekusi riil. Apabila barang tersebut sudah dialihkan kepada pihak lain, Termohon eksekusi dapat mengajukan gugatan ganti rugi senilai objek miliknya.

20) Apabila putusan belum berkekuatan hukum tetap, kemudian terjadi perdamaian di luar Pengadilan yang mengesampingkan amar putusan  dan  ternyata  perdamaian  itu  diingkari  oleh  salah  satu pihak, maka yang dieksekusi adalah amar putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Eksekusi Grosse Akta

1)   Sesuai  Pasal 258 RBg / Pasal 224 HIR ada dua macam grosse yang mempunyai kekuatan eksekutorial, yaitu grosse akta hipotik dan surat-surat utang.

2)    Grosse  adalah  salinan  pertama  dan  akta  autentik  salinan  pertama  ini diberikan kepada kreditur.

3)    Oleh  karena  salinan  pertama  dan  atas  pengakuan  utang  yang dibuat oleh notaris mempunyai kekuatan eksekusi, maka salinan pertama  ini  harus  ada  kepala  irah-irah  yang  berbunyi  “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Salinan lainnya yang  diberikan kepada debitur  tidak  memakai kepala  /  irah-irah “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Asli dari akta (minit) disimpan oleh notaris dalam arsip dan tidak memakai kepala / irah-irah.

4)   Grosse atas pengakuan utang yang berkepala “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, oleh notaris diserahkan kepada kreditor yang dikemudian hari bisa diperlukan dapat langsung dimohonkan eksekusi kepada Ketua Pengadilan Agama.

5)    Eksekusi   berdasarkan   grosse  akta   pengakuan  utang  fixed  loan  hanya dapat dilaksanakan, apabila debitur sewaktu ditegur, membenarkan jumlah utangnya itu.

6)   Apabila debitur membantah jumlah utang  tersebut,  dan  besarnya utang menjadi tidak  fixed, maka eksekusi tidak  bisa dilanjutkan. Kreditur, yaitu bank untuk dapat mengajukan tagihannya harus melalui suatu gugatan, yang dalam hal ini, apabila syarat-syarat terpenuhi, dapat dijatuhkan putusan serta merta.

7)   Pasal 14 Undang-undang Pelepas Uang (Geldschieters Ordonantie, S. 1938-523), melarang notaris membuat atas pengakuan utang dan mengeluarkan   grosse   aktanya   untuk   perjanjian   utang-piutang dengan seorang pelepas uang.

8)     Pasal 258 RBg / Pasal 224 HIR, tidak  berlaku  untuk grosse akta  semacam ini.

9)   Grosse akta pengakuan utang yang diatur dalam Pasal 258 RBg / Pasal 224 HIR, adalah sebuah surat yang dibuat oleh notaris antara alamiah / badan hukum yang dengan kata-kata sederhana yang bersangkutan mengaku, berhutang uang sejumlah tertentu dan ia berjanji akan mengembalikan uang itu dalam waktu tertentu, misalnya dalam waktu 6 (enam) bulan, dengan disertai bunga sebesar 2 % sebulan).

10)  Jumlah yang sudah pasti dalam surat  pengakuan utang  bentuknya sangat sederhana dan tidak dapat ditambahkan persyaratan- persyaratan lain.

11)   Kreditur  yang  memegang  grosse  atas  pengakuan  utang  yang berkepala  “Demi  Keadilan  Berdasarkan  Ketuhanan  Yang  Maha Esa”, dapat langsung memohon eksekusi kepada Ketua Pengadilan Agama yang bersangkutan dalam hal debitur ingkar janji.

Eksekusi Hak Tanggungan

1)   Pasal   1   butir   (1)   Undang-undang   Nomor   4   Tahun   1996 menyebutkan bahwa : Hak tanggungan atas tanah beserta benda- benda yang berkaitan dengan tanah, yang selanjutnya disebut “Hak Tanggungan”,  adalah  jaminan  yang  dibebankan  pada  hak  atas tanah  sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang-undang  Nomor  5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah milik, untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.

2)   Pemberian    hak    tanggungan    didahului    dengan    janji    untuk memberikan hak tanggungan sebagai jaminan pelunasan utang tertentu, yang dituangkan di dalam dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian utang-piutang yang bersangkutan atau perjanjian   lainnya   yang   menimbulkan   utang   tersebut,   dan pemberian hak tanggungan tersebut dilakukan dengan pembuatan akta pemberian hak tanggungan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) (Pasal 10 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996).

3)   Pemberian   hak   tanggungan   wajib   didaftarkan   pada   Kantor Pertanahan,  dan  sebagai  bukti  adanya  hak  tanggungan, kantor pendaftaran tanah menerbitkan sertifikat hak tanggungan yang memuat  irah-irah  “Demi  Keadilan  Berdasarkan Ketuhanan  Yang Maha Esa” (Pasal 13 ayat (1), Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang- undang Nomor 4 Tahun 1996).

4)   Sertifikat hak tanggugang mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dan apabila debitur cidera janji maka berdasarkan titel eksekutorial   yang   terdapat   dalam   sertifikat   hak   tanggungan tersebut, pemegang hak tanggungan mohon eksekusi sertifikat hak tanggungan kepada  Ketua  Pengadilan Agama  yang  berwenang. Kemudian eksekusi akan dilakukan seperti eksekusi putusan yang telah bekekuatan hukum tetap.

5)   Atas   kesepakatan   pemberi   dan   pemegang   hak   tanggungan, penjualan objek hak tanggungan dapat dilaksanakan di bawah tangan, jika  dengan demikian itu  akan diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan semua pihak  (Pasal 20  ayat  (2)  Undang- undang Nomor 4 Tahun 1996).

6)   Pelaksanaan penjualan di bawah tangan tersebut hanya dapat dilakukan setelah lewat waktu 1 (satu) bulan sejak diberitahukan secara tertulis oleh pemberi dan/atau pemegang hak tanggungan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan diumumkan sedikit- dikitnya dalam 2 (dua) surat kabar yang beredar di daerah yang bersangkutan dan/atau  media  massa  setempat,  serta  tidak  ada pihak yang menyatakan keberatan (Pasal 20 ayat (3) Undang- undang Nomor 4 Tahun 1996).

7)   Surat Kuasa membebankan hak tanggungan wajib dibuat dengan akta notaris atau akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a)   Tidak memuat kuasa untuk melakukan perbuatan hukum lain dari pada membebankan hak tanggungan.

b)   Tidak memuat kuasa substitusi.

c)   Mencantumkan  secara  jelas  objek  hak  tanggungan,  jumlah utang dan nama serta identitas kreditornya, nama dan identitas debitur apabila debitur bukan pemberi hak tanggungan.

8)   Eksekusi hak tanggungan dilaksanakan seperti eksekusi putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

9)   Eksekusi dimulai dengan teguran dan berakhir dengan pelelangan tanah yang dibebani dengan hak tanggungan.

10) Setelah dilakukan pelelangan terhadap tanah yang dibebani hak tanggungan  dan  uang  hasil  lelang  diserahkan  kepada  kreditur, maka hak tanggungan yang membebani tanah tersebut akan diroya dan tanah tersebut akan diserahkan secara bersih, dan bebas dari semua beban, kepada pembeli lelang.

11) Jika    terlelang  tidak  mau  meninggalkan  tanah  tersebut,  maka berlakulah ketentuan yang terdapat dalam Pasal 218 ayat (2) RBg / Pasal 200 ayat (11) HIR.

12) Hal ini  berbeda  dengan  penjualan  berdasarkan  janji  untuk  menjual atas kekuasaan sendiri berdasarkan Pasal 1178 (2) BW, dan Pasal 11 ayat (2e) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 yang juga dilakukan melaluio pelelangan oleh Kantor Lelang Negara atas permohonan pemegang hak tanggungan pertama. Janji ini hanya berlaku untuk  pemegang hak  tanggungan pertama saja. Apabila pemegang hak tanggungan pertama telah membuat janji untuk tidak dibersihkan (Pasal 1210 BW dan Pasal 11 ayat (2j) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan), maka apabila ada hak tanggungan lain- lainnya dan hasil lelang tidak cukup untuk membayar semua hak tanggungan yang membebani tanah yang bersangkutan, maka hak tanggungan yang tidak terbayar itu, akan tetap membebani persil yang bersangkutan, meskipun sudah dibeli oleh pembeli dan pelelangan yang sah. Jadi pembeli lelang memperoleh tanah tersebut dengan beban-beban hak tanggungan yang belum  terbayar. Terlelang tetap harus meninggalkan tanah tersebut dan apabila ia membangkang, ia dan keluarganya, akan dikeluarkan dengan paksa.

13) Dalam  hal  lelang  telah  diperintahkan  oleh   Ketua  Pengadilan  Agama / Mahkamah Syar’iyah, maka lelang tersebut hanya dapat ditangguhkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan tidak dapat ditangguhkan dengan alasan apapun oleh pejabat instansi lain, karena lelang yang diperintahkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan dilaksanakan oleh Kantor Lelang Negara, adalah dalam rangka eksekusi, dan bukan merupakan putusan dari Kantor Lelang Negara.

14) Penjualan (lelang) benda tetap harus diumumkan dua kali dengan berselang lima belas hari di harian yang terbit di kota itu atau kota yang berdekatan dengan objek yang akan dilelang (Pasal 217 RBg / Pasal 200 (7) HIR).

Eksekusi Jaminan

1)   Sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  1  Undang-undang  Nomor  42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia, butir (1), yang dimaksud dengan “fidusia” adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasan pemilik benda.

2)  Jaminan fidusia adalah hak jamian atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khusunya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang-undang  Nomor  4  Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagaimana agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditur lainnya.

3)   Benda objek jaminan fidusia tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotek.

4)   Pembebanan  benda  dengan  jaminan  fidusia dibuat  dengan akta  notaris dalam bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat:

a)   Identitas pihak pemberi dan penerima fidusia.

b)   Data perjanjian pokok yang dijamin fidusia.

c)   Uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia.

d)   Nilai jaminan, dan

e)   Nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia.

5) Jaminan fidusia harus didaftarkan oleh penerima fidusia atau kuasanya kepada kantor pendaftaran fidusia, selanjutnya kantor pendaftaran fidusia  menerbitkan dan  menyerahkan kepada penerima fidusia sertifikat jaminan fidusia yang mencantumkan kata- kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

6)   Apabila terjadi perubahan mengenai hal-hal yang tercantum dalam sertifikat jaminan fidusia penerima fidusia wajib mengajukan permohonan pendaftaran atas perubahan tersebut kepada kantor pendaftaran fidusia, selanjutnya kantor pendaftaran fidusia menerbitkan pernyataan  perubahan  yang  merupakan  bagian  tak terpisahkan dari sertifikat jaminan fidusia.

7)   Pemberi  fidusia  dilarang  melakukan  fidusia  ulang  terhadap  benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang sudah terdaftar.

8)   Jaminan   fidusia   dapat   dialihkan   kepada   kreditor   baru,   dan pengalihan tersebut harus didaftarkan oleh kreditor baru kepada kantor pendaftaran fidusia.

9)   Jika   debitur atau pemberi fidusia cedera janji, eksekusi terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia dapat dilakukan dengan cara :

a) Pengalihan hak atas piutang yang dijamin dengan fidusia yang mengakibatkan beralihnya demi hukum segala hak dan kewajiban penerima fidusia kepada kreditur baru.

b)   Penjualan  benda  yang  menjadi  objek  jaminan  fidusia  atas kekuasaan penerima fidusia sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan.

c) Penjualan di bawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima fidusia jika dengan cara demikian dapat diperoleh harta tertinggi yang menguntungkan para pihak (lihat Pasal 29 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999).

10) Prosedur  dan  tata  cara  eksekusi  selanjutnya  dilakukan  seperti dalam eksekusi hak tanggungan.

Prosedur Gugatan Sederhana

Gugatan Sederhana atau Small Claim Court adalah tata cara pemeriksaan di persidangan terhadap gugatan perdata dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp 500 juta yang diselesaikan dengan tata cara dan pembuktiannya sederhana. Perbedaan gugatan sederhana dengan gugatan pada umumnya adalah nilai kerugian materiil yang lebih khusus ditentukan pada gugatan sederhana, yakni maksimal Rp 500 juta. Sedangkan pada gugatan pada perkara perdata biasa, nilai kerugian materiil tidak dibatasi besarnya. Di samping itu, gugatan sederhana ini diperiksa dan diputus oleh hakim tunggal dalam lingkup kewenangan peradilan umum.

Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana diterbitkan bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian perkara sesuai asas peradilan sederhana, cepat, biaya ringan. Terbitnya Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2019 ini juga salah satu cara mengurangi volume perkara di Mahkamah Agung dan sebagai perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015, serta diadopsi dari sistem peradilan small claim court yang salah satunya diterapkan di London, Inggris.

Gugatan sederhana diajukan terhadap perkara :

1. Cidera janji dan/atau
2. perbuatan melawan hukum
dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp 500 juta.

Perkara yang tidak termasuk dalam gugatan sederhana adalah :

1. Perkara yang penyelesaian sengketanya dilakukan melalui pengadilan khusus sebagaimana diatur di dalam peraturan perundang-undangan; atau
2. sengketa hak atas tanah.

Syarat gugatan sederhana berdasarkan Pasal 4 Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2019 adalah sebagai berikut :

1. A. Para pihak dalam gugatan sederhana terdiri dari penggugat dan tergugat yang masing-masing tidak boleh lebih dari satu, kecuali memiliki kepentingan hukum yang sama.
B. Terhadap tergugat yang tidak diketahui tempat tinggalnya, tidak dapat diajukan gugatan sederhana.
C. Penggugat dan tergugat dalam gugatan sederhana berdomisili di daerah hukum Pengadilan yang sama.
3a. Dalam hal penggugat berada di luar wilayah hukum tempat tinggal atau domisili tergugat, penggugat dalam mengajukan gugatan menunjuk kuasa, kuasa insidentil, atau wakil yang beralamat di wilayah hukum atau domisili tergugat dengan surat tugas dari institusi penggugat

4. Penggugat dan tergugat wajib menghadiri secara langsung setiap persidangan dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum, kuasa insidentil, atau wakil dengan surat tugas dari institusi penggugat.

Perkara Gugatan Sederhana tidak wajib diwakili kuasa hukum atau advokat seperti halnya dalam perkara gugatan perdata biasa, namun, para pihak (penggugat dan tergugat) dengan atau tanpa kuasa hukum wajib hadir langsung ke persidangan. Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2019 ini tidak melarang menggunakan jasa advokat sebagaimana terdapat dalam Pasal 4 ayat (4) “dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum”. Hal ini didasari pertimbbangan nilai gugatan yang dikhawatirkan tidak sebanding dengan biaya kuasa hukum itu sendiri.

Tahapan penyelesaian gugatan sederhana :

Gugatan sederhana diperiksa dan diputus oleh Hakim tunggal yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan. Penyelesaian gugatan sederhana paling lama 25 (dua puluh lima) hari sejak hari sidang pertama. Tahapan penyelesaian gugatan sederhana meliputi:

1. Pendaftaran;
2. Pemeriksaan kelengkapan gugatan sederhana;
3. Penetapan Hakim dan penunjukan panitera pengganti;
4. Pemeriksaan pendahuluan;
5. Penetapan hari sidang dan pemanggilan para pihak;
6. Pemeriksaan sidang dan perdamaian;
7. Pembuktian; dan
8. Putusan


Merujuk pada isi Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2019, maka Pemeriksaan Pendahuluan menjadi tahapan paling krusial karena di tahap ini, hakim berwenang menilai dan kemudian menentukan apakah perkara tersebut adalah gugatan sederhana. Di dalam Pemeriksaan Pendahuluan, apabila dalam pemeriksaan Hakim berpendapat bahwa gugatan tidak termasuk dalam gugatan sederhana, maka Hakim mengeluarkan penetapan yang menyatakan bahwa gugatan bukan gugatan sederhana, mencoret dari register perkara dan memerintahkan pengembalian sisa biaya perkara kepada penggugat.

Terkait putusan akhir gugatan sederhana, para pihak dapat mengajukan keberatan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah putusan diucapkan atau setelah pemberitahuan putusan. Keberatan ini diputus majelis hakim sebagai putusan akhir, sehingga tidak tersedia upaya hukum banding, kasasi, atau peninjauan kembali. Disebutkan dalam Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2019 bahwa hakim wajib untuk berperan aktif dalam :

1. Memberikan penjelasan mengenai acara gugatan sederhana secara berimbang kepada para pihak;
2. Mengupayakan penyelesaian perkara secara damai termasuk menyarankan kepada para pihak untuk melakukan perdamaian di luar persidangan;
3. Menuntun para pihak dalam pembuktian; dan
4. Menjelaskan upaya hukum yang dapat ditempuh para pihak.