Untitled (2000 x 554 px).png

Maksimalkan Pelayanan Penyediaan Informasi Perkara, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Evaluasi dan Finalkan Aplikasi Pusat Data Perkara

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Selama 4 hari dari 13 s/d 16/07/2020 bertempat di Lab SIPP Ditjen Badilag, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama bersama dengan Tim yang terdiri dari Hakim Yustisial Ahmad Cholil dan Ahsan Dawi melakukan evaluasi dan finalisasi Aplikasi Pusat Data Perkara. Menyadari urgensi ketersediaan data perkara yang valid, lengkap, variatif, serta mendetil, Dra. Nur Djannah Syaf, S.H.,M.H menginisiasi dibangunnya suatu media sebagai pusat data perkara dan data lain yang memiliki korelasi erat dengan Administrasi Peradilan Agama.

Secara intensif tim yang terdiri dari pegawai internal Direktorat Pembinaan Administrasi Ditjen Badilag bekerja merencanakan, merancang, dan membangun aplikasi tersebut. Aplikasi yang nantinya digadangkan akan memudahkan Satker dalam melaporkan perkara secara elektronik, menyediakan kebutuhan data untuk berbagai kepentingan, pengambilan kebijakan dan/atau keputusan, perencanaan program jangka Pendek dan jangka Panjang, dan Membuat data perkara dikumpulkan secara tertib, terkini, sistematis, dan tervalidasi kebenarannya. Tentu langkah ini merupakan upaya mewujudkan kemanunggalan data yang kemungkinan bias data, data ganda, human error, dan kemungkinan kekeliruan lainnya dapat ditekan seminimal mungkin.

Fokus evaluasi dikonsentrasikan pada Substansi data perkara, Teknis Pengumpulan dan penjaringan data dari sumber datanya, penataan layout dalam penyajian data, ragam penyajian data, penyelarasan diksi menu dan sub menu, konfigurasi warna dan kecerahan, trail and error aplikasi, dan Troubleshooting system secara berkelanjutan.

Diharapkan ke depan melalui pemanfaatan aplikasi ini akan mengurangi beban satker pada Lingkungan Badan Peradilan Agama dalam melaporkan berbagai macam perkara tanpa harus mengirimkan laporan perkara secara fisik (Paper less) sehingga akan lebih efisien dari segi waktu, anggaran, Birokrasi serta lebih efektif mencapai kevalidan data.

Dalam pengantarnya membuka kegiatan tersebut Nur Djannah mengamanatkan agar aplikasi ini benar-benar dimaksimalkan finalisasinya karena aplikasi ini amat besar manfaatnya dalam penyediaan data baik bagi kalangan internal Mahkamah Agung, stakeholder, akademisi, dan masyarakat umum lainnya. Apalagi aplikasi ini teintegrasi dengan PTSP Online yang mana aplikasi ini akan diresmikan bersamaan dengan PTSP Fisik pada tanggal 28 Juli 2020 oleh Ketua Mahkamah Agung, YM. Dr. Muhammad Syarifuddin, SH., MH”

WhatsApp Image 2020-07-17 at 08.19.38

Ahmad Cholil mengingatkan untuk data perkara ada yang mesti dikaburkan atau dirahasiakan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan. Finalisasi yang dihadiri oleh Kasubdit Bimbingan dan Monitoring Sutarno S.I.P., M.M., Kasubdit Tata Kelola Subeno Trio Leksono, S.H., M.M., Kasubdit Statistik dan Dokumentasi H. A. Pariduddin S.H., M.H., dan Kasubdit Syariah H. Sugeng S.H., M.H., Mereka secara antusias ikut mengkritisi dan mengevualasi utamanya terkait penyederhanaan penyajian agar tidak terkesan rumit bagi yang awam dan juga tidak dangkal bagi yang ahli.

Selain merupakan amanat undang-undang keterbukaan informasi utamanya melalui publikasi dan penyediaan data mencerminkan birokrasi yang baik, good government and good governance, meningkatkan kepercayaan dan partisipasi publik serta meningkatkan kewibawaan Lembaga menuju Peradilan Agama Yang Agung.

Ditjen Badilag mulai kegiatan Sidak secara Virtual ke seluruh Indonesia

 

www.badilag.mahkamahagung.go.id | Jakarta, 7 Juli 2020

Pandemi Covid 19 yang masih belum berakhir tidak menghalangi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama untuk terus beraktifitas meningkatkan kinerja, salah satu kegiatan yang dilakukan sejak tanggal 7 Juli 2020 adalah dilakukannya inspeksi mendadak secara virtual dengan menggunakan fasilitas Video call ke seluruh satuan kerja Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama seluruh Indonesia termasuk Mahkamah Syar’iyah di Aceh.

Menurut Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H.,M.H., sidak ini dalam upaya melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama yang diimplementasikan di Peradilan Agama. Arief Hidayat selaku Sekretaris Ditjen Badan Peradilan Agama, mengatakan bahwa evaluasi ini meliputi lima hal, yaitu kedisiplinan aparatur pada jam kerja, kesiapan aparatur dalam pelayanan, dekorum ruang sidang, kebersihan, keindahan dan kenyamanan, dan lain-lain.

WhatsApp Image 2020-07-08 at 18.42.45

Mekanisme sidak ini dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Dirjen Badilag yang dipimpin oleh pejabat eselon II untuk 29 Pengadilan Tinggi Agama/MS Aceh dan 412 Pengadilan Agama/MS diseluruh Indonesia, sidak sudah dimulai hari selasa tanggal 7 Juli 2020 dan akan terus berlanjut, sehari rata-rata dapat melakukan sidak secara virtual di 18 satuan kerja, hasil sidak ini tertulis dan tim melaporkannya kepada Dirjen Badilag, yang selanjutnya sebagai bahan Dirjen Badilag dalam mempertimbangkan kebijakan selanjutnya, tambah Arief Hidayat.

WhatsApp Image 2020-07-08 at 18.42.45 1

Berdasarkan pemantauan redaksi, sidak ini berlangsung selama sekitar 30 menit dengan cara tim menghubungi salah satu aparaturdi satuan kerja dengan video call selanjutnya tim meminta aparatur tersebut untuk keliling ke ruang kerja aparatur, ruang pelayanan, toilet, sampai kepada halaman kantor. Tim juga dapat secara langsung melihat kesiapan aparatur dalam pelayanan, kebersihan keindahan dan kenyamanan suasana kantor. Pelaksanaan sidak ini oleh tim dilakukan secara acak baik waktu maupun lokasi satuan kerjanya. Semoga program Sidak Virtual ini membawa perubahan besar dalam peningkatan kinerja Peradilan Agama. (ahid)

Ketua Mahkamah Agung Membuka Acara Kick-off Meeting Penelitian Dalam Rangka Pengembangan Aplikasi Penghasil Informasi Hukum Kasus Korupsi Via Virtual

www.mahkamahagung.go.id | Jakarta – Humas : Ketua Mahkamah Agung Dr. H. M. Syariffudin, SH., MH membuka acara Kick Off meeting penelitian dalam rangka pengembangan aplikasi penghasil informasi hukum kasus korupsi via virtual, pada hari Jum’at, 3/7/2020,bertempat di Command Center Mahkamah Agung. Aplikasi Penghasil Informasi Hukum (Legal Information Generator Application – LIGA) untuk kasus korupsi kerjasama antara Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan (Puslitbangkumdil) Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menyatakan bahwa Pengembangan Aplikasi Penghasil Informasi Hukum ini tentu sangat penting bagi kebutuhan Lembaga Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya, karena searah dengan Visi dan Misi MA utuk mewujudkan Peradilan Modern berbasis Teknologi dan Informasi (IT),  Terlebih lagi tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam rangka memperkuat sistem kamar di Mahkamah Agung sebagai upaya membangun kesatuan hukum terhadap kasus-kasus yang masuk di Pengadilan terutama kasus yang diselesaikan pada tingkat kasasi.

Tujuan Pengembangan Aplikasi Penghasil Informasi Hukum (LIGA) untuk kasus korupsi ini adalah digunakan secara internal sebagai alat bantu untuk para Hakim Agung untuk menemukan informasi yang relevan dengan perkara korupsi yang sedang ditangani yang nantinya memuat 4 fitur utama, yakni (1) Katalog Peraturan: Berisi tentang segala peraturan yang terkait dengan korupsi termasuk dengan Memorie van Toelichting (MvT) pembahasan peraturan tersebut; (2) Katalog Ringkasan Putusan: Berisi tentang pertimbangan putusan terkait dengan persoalan yang relevan yang terkait dengan penerapan norma dalam UU atau peraturan terkait; dan (3) Katalog Pendapat Ahli yang Dimuat dalam Media: Berisi tentang pendapat ahli yang dimuat atau dipublikasi dalam Kolom Media Massa yang terakreditasi di Dewan Pers; dan (4) Katalog Pendapat Ahli yang Dikutip dalam Pertimbangan Putusan: Berisi pendapat ahli yang menjadi rujukan dalam pertimbangan putusan Pengadilan terkait dengan penafsiran atau penerapan norma, tutur Syariffudin.

Acara kick off meeting via virtual dijuga dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Ketua Kamar Pidana, Sekretaris Mahkamah Agung, Panitera Mahkamah Agung, Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil, dan para pejabat eselon II. (Humas)

Dirjen Badilag Lantik Empat Pejabat Eselon IV

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Ditjen Badilag kembali melakukan promosi dan mutasi pegawai. Empat Pejabat eselon IV Ditjen Badilag dilantik dan diambil sumpah oleh Dirjen Badilag Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H, Jum'at (26/6). Dari 4 pejabat eselon IV yang dilantik dan diambil sumpahnya dua orang mendapatkan promosi sedangkan sisanya dimutasi dari jabatan sebelumnya.

Pelantikan yang dilakukan di tengah pandemi covid-19 ini dilaksanakan di gedung Sekretariat MA, Lt.12, Jakata Pusat. Dalam pelantikan ini penerapan protokol pencegahan covid-19 tetap dilakukan yaitu dengan penggunaan masker, sarung tangan dan menjaga jarak sekitar 1 meter serta hanya dihadiri oleh pejabat eselon II dan III Ditjen Badilag.

IMG 7875

Pelantikan ini tertuang dalam SK Dirjen Badilag No.1229/DJA/KP.04.6/SK/6/2020 tentang promosi dan mutasi pejabat struktural di lingkungan Ditjen Badilag MA RI.

Para pejabat eselon IV yang dilantik ini bersumpah akan setia dan taat kepada UUD Negara RI tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bhakti kepada bangsa dan negara. Dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.

IMG 7855

IMG 7858

Berikut nama pejabat eselon IV yang dilantik :

No

Nama

Jabatan lama

Jabatan Baru

1

Sugiyanto, S.H., M.H

Kasi Administrasi Berkas Perkara Peninjauan Kembali pada Subdit Peninjauan kembali Ditpratalak

Kasi Penelahaan Berkas Perkara Kasasi pada Subdit kasasi Perdata Agama Ditpratalak

2

Fitriati Anom, S.H.

Kasubag Tata Usaha pada Ditbinadmin

Kasi Tata Persidangan pada Subdit Tata Kelola Ditbinadmin

3

Wijayanti, S.H

Analis Statistik pada Subdit Statistik dan Dokumentasi Ditbinadmin

Kasi Administrasi Berkas Perkara Peninjauan Kembali pad subdit Peninjauan Kembali Perdata Agama Ditpratalak

4

Endah Purnamasari, S.Kom

Penyusun Norma Standar Prosedur dan Kriteria pada Subdit Bimbingan Monitoring Ditbinadmin

Kasubag Tata Usaha pada Ditbinadmin


(RA)

Budayakan Literasi, Badilag Adakan Webinar Penulisan Bagi Hakim-Hakim Muda Peradilan Agama

www.badilag.mahkamahagung.go.id | Pada hari jum’at yang lalu (26/06/2020), sebanyak 307 peserta yang terdiri dari hakim dan aparatur peradilan agama mengambil bagian dari kegiatan yang diadakan Tim Redaktur Majalah Badilag. Kegiatan dengan tema “Kiat Menulis Berkualitas” ini diadakan untuk membudayakan literasi di lingkungan peradilan agama sekaligus menjaring hakim-hakim dan aparatur peradilan yang mempunyai kemampuan ataupun minat dalam menulis.  

Dikemas dalam acara webinar, pelatihan ini menghadirkan Dirjen Badilag, Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H. sebagai Keynote Speaker danSekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, M.M. sebagai narasumber utama. Selain itu, empat redaktur majalah peradilan agama memberikan materi terkait kepenulisan, yaitu Achmad Cholil, S.H., LLM., Rahmat Arijaya, S.Ag., M.Ag., Ahmad Fausi, S.H.I. dan Ade Firman Fathony, S,H.I., M.H., dan dimoderatori Abdul Halim, S.H.I., M.H.Li. hakim yustisial yang juga merupakan redaktur pelaksana majalah peradilan agama.

Dalam sambutannya, Dirjen Badilag menyatakan apresiasinya setelah melihat antusiasme peserta untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membuka ruang bagi hakim-hakim untuk mengasah kemampuan dan saling berdiskusi satu sama lainnya untuk membuka dan menambah wawasan. “untuk menjadi hakim yang profesional, sudah barang tentu harus mau belajar untuk menguasai kemampuan hukum materil dan hukum formil, dengan penguasaan yang baik dengan sendirinya akan menghasilkan putusan yang memenuhi nilai kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan.” Ungkapnya. Selain itu, ia juga mendorong agar hakim-hakim muda untuk mengasah kemampuan dalam tulis menulis.

Sesditjen Badilag, Arief Hidayat sebagai pemateri utama pelatihan ini mengatakan, tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menjaring penulis-penulis muda di lingkungan peradilan agama agar terkoneksi dengan generasi sebelumnya yang sudah mempunyai pengalaman yang lebih banyak untuk dibagi. Selain itu, acara seperti ini juga dapat menjadi forum untuk memperkenalkan majalah yang dimiliki badilag kepada generasi baru, mendekatkan tim redaktur majalah kepada warga peradilan, serta menggugah semangat hakim-hakim baru dan warga peradilan agama untuk menulis, selain itu acara ini murpakan rangkaian proses perekrutan calon anggota redaktur baru untuk majalah badilag.

Setelah pembukaan dari Dirjen Badilag dan materi utama yang disampaikan SesDitjen Badilag, acara kemudian dilanjutkan ke pendalaman materi. Sesi ini menghadirkan 4 redaktur majalah badilag sebagai pembicara.

image004Pimpinan Ditjen Badilag mengikuti jalannya Webinar

Sebagai pemateri pertama, Ahamad Cholil berbicara tentang sejarah, konsepsi dan perkembangan majalah peradilan agama sejak pertama kali di terbitkan sampai saat ini. Cholil, yang juga pemimpin redaksi pertama majalah badilag menceritakan awal mula terbitnya majalah ini pada tahun 2013 dengan dasar pemikiran tentang perlunya sebuah media yang dapat menjadi saluran bagi hakim-hakim dan aparatur peradilan agama dalam bidang kepenulisan terkait tentang tugas pokok dan fungsi serta perkembangan peradilan agama. Menurutnya, konsep majalah peradilan agama didesain sebagai sebuah majalah semi jurnal ilmiah, sehingga selain memuat berita dan peristiwa yang terjadi di seputar peradilan agama, juga terdapat rubrik-rubrik yang secara serius mengulas permasalahan hukum formil maupun hukum materil. “Ciri khas majalah peradilan agama ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, dan sebaiknya hal ini terus kita pertahankan”, ungkap hakim yustisial yang saat ini bertugas sebagai asisten hakim agung ini.

Menyambung paparan dari pembicara sebelumnya, Rahmat Arijaya membawakan slide presentasi dengan tema Pengelolaan Publikasi Lembaga, dalam paparannya Rahmat yang saat ini bertugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Pasir Pangaraian ini menekankan pentingnya publikasi bagi sebuah lembaga untuk mensosialisasikan dan memberitakan profil dan capaian lembaga itu sendiri. Publikasi untuk sebuah lembaga harus dikerjakan dengan serius dan ditopang oleh tim yang solid, oleh karenanya Rahmat menekankan pentingnya kerjasama dalam tim publikasi sebuah lembaga. “jika kita ingin membangun sebuh tim penulisan yang solid, kemudian dihadapkan pada dua pilihan, pertama, seseorang yang sangat pandai menulis namun dia kurang bisa bekerjasama, dan kedua, seseorang yang bisa menulis namun kemampuannya tidak luar biasa, tapi iya bisa bekerja sama, maka orang kedua yang harus ditarik sebagai anggota tim” demikian Rahmat memberikan ilustrasi.

image006Pembicara Utama dan Moderator

Ade Firman Fathony tampil sebagai pembicara ketiga, Ade memberikan materi tentang Langkah-Langkah Dasar Membuat Tulisan. “Ada banyak literatur how to bisa kita baca tentang keterampilan menulis, dan mayoritas dari literatur tersebut hanya memberikan 3 syarat dasar untuk menjadi seorang penulis, yaitu: mulai menulis!,…mulai menulis!…mulai menulis!.” Demikian ungkap Ade yang saat ini bertugas sebagai hakim Pengadilan Agama Tanggamus ini membuka diskusi. Paparan kemudian difokuskan pada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membuat suatu tulisan yang baik. Ade mekankan tentang pentingnya banyak membaca, berlatih menulis singkat, menulis untuk diri sendiri, memahami pembaca, konsisten dan konsekuen, melakukan riset, menulis apa yang diketahui, mengevaluasi tulisan dan menciptakan suasana menulis yang nyaman.

Sebagai pembicara pamungkas, Achmad Fausi, hakim Pengadilan Agama Kota Banjar memberikan tips dan pengalamannya dalam sesi Menulis di Media Masa. Menurut Fausi ada dua “rukun iman” untuk jadi seorang penulis handal: Gigih dan tekun serta Bernyali tinggi. “Tulisan adalah corak berfikir kita yang idealismenya tidak bisa runtuh oleh tajamnya pedang, uang, jabatan, atau pesanan sponsor. Maka itu, ketika naskah kita ditolak media, sesungguhnya konsistensi berfikir dan idealisme kita dalam memperjuangkan gagasan sedang diuji. Terus menulis dengan gigih. Jangan lekas patah arang.” Ungkapnya penuh keyakinan. Fausi juga menekankan tentang pentingnya keberanian dalam menulis, menurutnya menjadi penulis bukan sekedar bicara tentang wawasan dan kepiawaian menuangkan ide, tapi juga soal nyali, penulis tak jarang mendapat intimidasi, pembredelan atau bahkan jabatan menjadi taruhannya, oleh karenannya tulisan harus bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dan penulis harus punya keberanian untuk mempertahankannya.

image008
Tim redaksi majalah peradilan agama

Webinar “Kiat Menulis Berkualitas” ini berlangsung selama 3 jam lebih. Banyak tanggapan dan pertanyaan datang dari peserta dan langsung dijawab dengan tuntas oleh pembicara. Di akhir acara, Sesditjen Badilag memberikan tugas kepada para peserta untuk membuat artikel dan resensi buku untuk dikumpulkan kepada tim redaksi. Tulisan dengan kualifikasi yang bagus akan dipertimbangkan untuk masuk menjadi tim redaksi.

Melihat antusiasme peserta, Tim redaksi majalah badilag akan menyelenggarakan lagi webinar pelatihan menulis sesi 2 yang akan dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 10 Juli 2020 yang akan datang. (ahb)